Dia,,,
akankah daisadar kalau aku sangat menyanyanginya?
Dia...
akankah dia merasa aku membutuhkannya?
Dia,,,
aku dan dia memilih jalan yang berbeda,
aku memilih untuk mundur dan dia memilih untuk terus maju dengan harapan-harapannya yang bukan harapan bersamaku..
semoga Dia tahu,,
aku telah memilih jalan- jalan lain untukku dan begitupun dia,
dia telah memiliki orang lain yang menyayanginya,
aku memang menyayanginya dan aku tak tahu apakah dia juga menyayangiku..
hatinya..hanya dia yang tahu...
bukan aku....
mungkin banyak tulisan tentangnya yang akan aku tulis disini,,
aku dan dia sungguh berbeda,,jauh berbeda...hanya ketertarikan dalam hal sama yang ada,,
entahlah..
aku tak ingin membuat pilihan-pilihan antara "Orang Itu" dan "Aku"
biar waktu yang menjawab..
dan jika tak memilih aku...
aku akan mencoba melupakannya dan mencoba menghilang dari kehidupannya yang telah dipilihnya..
biar waktu yang berbicara...
aku tidak akan pernah melakukan apapun yang aku anggap tidak masuk akal. hidupku adalah aku..dan hidupmu silakan lakukan apapun pad hidupmu.. aku tidak pernah menyukai orang yang mempermainkan hatiku, jika hanya untuk itu,, anda salah telah memilih saya,. saya tetaplah saya, saya akan menghargai orang yang menghargai saya dan tak pernah membohongi saya, karena jika saya telah dibohongi, maka..akan sulit bagi anda untuk masuk lagi dalam status kpercayaan saya
Mengenai Saya
- Eez_Cyank
- padang, sumatra barat, Indonesia
- jangan buat aku terlau mencintaimu
Senin, 07 Januari 2013
DIA - Sammy Simorangkir -
Lagu ini cukup menyayat hati..
menyayat dalam artian sangat dalam..
apakah "DIA" yang aku pikirkan bisa mengerti ini?
yuk simak liriknya....
Dia hanya dia di duniakuDia hanya dia di matakuDunia terasa telah menghilangTanpa ada dia di hidupku
Sungguh sebuah tanya yang terindahBagaimana dia merengkuh sadarkuTak perlu ku bermimpi yang indahKarena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)Untuk diriku yang biasa (yang biasa)Ku ingin hatinya, ku ingin cintanyaKu ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)Tuk miliki dia, tuk bahagiakannyaTuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)Untuk diriku yang biasaKu ingin hatinya, ku ingin cintanyaKu ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)Tuk miliki dia, tuk bahagiakannyaTuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Sungguh sebuah tanya yang terindahBagaimana dia merengkuh sadarkuTak perlu ku bermimpi yang indahKarena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)Untuk diriku yang biasa (yang biasa)Ku ingin hatinya, ku ingin cintanyaKu ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)Tuk miliki dia, tuk bahagiakannyaTuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)Untuk diriku yang biasaKu ingin hatinya, ku ingin cintanyaKu ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)Tuk miliki dia, tuk bahagiakannyaTuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Minggu, 06 Januari 2013
Penantian Sia-sia
ini dikampus.
du ruangan dalam jurusan SOSPOL gue.
waduh..emang susah kalo nungguin dosen, dari pagi nungguin, dosennya ketemu tapi gak bisa bimbingan proposal deh,, katanya "saya sibuk, sabar aja ya.. besok lagi kamu kesini, kalo saya tidak sibuk, saya bisa bimbing proposal skripsi kamu"
mendengar ini,,,
gue shock,,,,udah kelaperan, pusing, sakit kepala.. yang ditunggu gak dapet juga "Penantian Sia-sia"
tapi, gak apa2, ini namanya pengorbanan untuk wisuda gue, biar bisa cepat wisuda..
kalo udah wisuda gue bisa kerja, dan hilang dari kota ini,,
merantau ceritanya sob..
ahahah
semua temen-temen angkatan gue pada sibuk skripsi,, gue? masih galau gara2 nyari dosen yang sangat susahnya.................
ada yang udah kompre..
tapi, gue bakal lanjutin perjuangan ini, bair bisa cepat wisuda..
du ruangan dalam jurusan SOSPOL gue.
waduh..emang susah kalo nungguin dosen, dari pagi nungguin, dosennya ketemu tapi gak bisa bimbingan proposal deh,, katanya "saya sibuk, sabar aja ya.. besok lagi kamu kesini, kalo saya tidak sibuk, saya bisa bimbing proposal skripsi kamu"
mendengar ini,,,
gue shock,,,,udah kelaperan, pusing, sakit kepala.. yang ditunggu gak dapet juga "Penantian Sia-sia"
tapi, gak apa2, ini namanya pengorbanan untuk wisuda gue, biar bisa cepat wisuda..
kalo udah wisuda gue bisa kerja, dan hilang dari kota ini,,
merantau ceritanya sob..
ahahah
semua temen-temen angkatan gue pada sibuk skripsi,, gue? masih galau gara2 nyari dosen yang sangat susahnya.................
ada yang udah kompre..
tapi, gue bakal lanjutin perjuangan ini, bair bisa cepat wisuda..
Kamis, 03 Januari 2013
Nongkrong DiKAMpus Coy
Kampus ajang model.. wkkk..
Aneh,,,kadang juga lucu… ni gw lagi duduk nungguin dosen
sambil nulis, gak tau mao nulis apaan, sepanjang gw liat mahasiswa dan dosen
yang lewat, ada mahasiswa dandananya kayak orang pergi fashion show, ada juga
kayak orang yang gak tau gaya berpakaian…
Nah sedikit contekan nih dari kampus gw tercinta,..sepanjang
pengamatan gw selama beberapa menit ini.
1. Ada tipe mahasiswa yang kekampus dengan celana
jeans ketat, baju kaos oblong
2. Ada juga yang kekampus dengan rok dalem pake kemeja
longgar dan jilbab
3. Ada juga yang kekampus dengan dandanan bak artis
dangdut
4. Ada juga yang kekampus pakaian seadanya,
seadanya maksud gw apa aja yang ada dipake, udah make kemeja, make kaos juga,
udah make clana make rok juga..
Wahahahhahahaha…. Kacau…
Ini dandanan yang cewek, nah kalo dandanan
yang cowok kek gini nih:
1. Celana jeans ketat pake kemeja pake sepatu kats
2. Terus ada juga yang make kemeja diluarnya maje
kaos oblong didalam dengan celana skini jeans super ketat dan sepatu kats
3. Nah ada juga yang gaya bak pejabat, pake baju
batik, celana dasar dan sepatu kulit..
Waahaahahha..gak tau gw mode apa nih anak
kuliahan yang sepanjang gw liat..wahahha
Nah ini yang unik dari kampus gw..ada music
orgen tunggal…wkkk..
Suaranya menggema kemana- mana, kacauuu….
Ada nih temen gw kampus kayak ulat bulu,,dari atas sampe bawah warna ijo,
jilbab ijo, clana ijo, baju ijo, kuteks ijo, sepatu ijo,dasar “Ulat Bulu”
Trus ini juga unik dari kampus gw, pake
high heals, super tinggi mungkin ada 15cm, mana jalannya ngangkang- nagangkang
brow…aneh,,,,,
Ini tulisan bukan menjelekin siapapun, tapi
ini memang benar- benar terjadi,,,,
G I L A..!!
Surat Kecil Untuk Tuhan (Novel/Film)
Cerita Ini di ambil berdasarkan kisah nyata yaitu dari seorang anak perempuan remaja berumur 13 tahun bernama Gita Sesa Wanda Cantika dengan panggilan Keke, Cerita ini bahkan pernah di Filmkan pada Juli 2011 lalu dan ditayangkan di semua Bioskop Indonesia, Lebih jelasnya lagi Baca selengkapnya. ilm yang mulai tayang pada 7 Juli 2011 ini menceritakan suatu pejuangan melawan sakit dan semangat yang kuat untuk mencapai impian seorang gadis remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak bernama Gita Sesa Wanda Cantika.
Kanker ganas tersebut menyerang bagian wajah dari gadis remaja yang lahir pada 15 Juli 1991. Saat masih berumur 13 tahun, dokter mengatakan kepada ayah gadis yang kerap disapa Keke, bahwa umur anaknya hanya dapat bertahan 5 hari lagi jika tidak segera melakukan operasi. Sungguh suatu pernyataan yang membuat hati sang Ayah mendapatkan tekanan yang sangat berat. Oleh karena itu, pihak keluarga merahasiakan kanker tersebut pada Keke. Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Karena kebesaran Tuhan, Keke akhirnya berhasil sembuh dari kanker tersebut.
Keberhasilan dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya. Namun, kanker tersebut kembali menyerangnya. Dalam film-nya, Keke mengalami kelumpuhan dan kebotakan. Dokter menyerah terhadap kankernya. Keke menyadari bahwa napasnya tidak panjang lagi. Dia tetap bersyukur dan menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan : Keke menghembuskan napas terakhirnya pada 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online.
Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas dan kini telah dikemas dalam bentuk film layar lebar dengan judul yang sama "Surat Kecil Untuk Tuhan". Pada akhir film ini, Keke menyampaikan satu permintaan terakhirnya, agar hubungan dalam keluarganya bisa bersatu lagi. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan. Berikut adalah Surat Yang ditulis Olehnya :
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh,
agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial, Gita Sesa Wanda Cantika. 19/06/91-25/12/06
Kanker ganas tersebut menyerang bagian wajah dari gadis remaja yang lahir pada 15 Juli 1991. Saat masih berumur 13 tahun, dokter mengatakan kepada ayah gadis yang kerap disapa Keke, bahwa umur anaknya hanya dapat bertahan 5 hari lagi jika tidak segera melakukan operasi. Sungguh suatu pernyataan yang membuat hati sang Ayah mendapatkan tekanan yang sangat berat. Oleh karena itu, pihak keluarga merahasiakan kanker tersebut pada Keke. Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Karena kebesaran Tuhan, Keke akhirnya berhasil sembuh dari kanker tersebut.
Keberhasilan dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya. Namun, kanker tersebut kembali menyerangnya. Dalam film-nya, Keke mengalami kelumpuhan dan kebotakan. Dokter menyerah terhadap kankernya. Keke menyadari bahwa napasnya tidak panjang lagi. Dia tetap bersyukur dan menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan : Keke menghembuskan napas terakhirnya pada 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online.
Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas dan kini telah dikemas dalam bentuk film layar lebar dengan judul yang sama "Surat Kecil Untuk Tuhan". Pada akhir film ini, Keke menyampaikan satu permintaan terakhirnya, agar hubungan dalam keluarganya bisa bersatu lagi. Semangatnya untuk tetap menjadi yang terbaik tak sedikitpun melemah. Seperti bintang Sirius yang tetap bersinar terang walau langit tertutup awan. Berikut adalah Surat Yang ditulis Olehnya :
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh,
agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial, Gita Sesa Wanda Cantika. 19/06/91-25/12/06
(PUisi) Dia Peri Kecil Bunda…..
Aku memang tak pernah mengenalmu,
Tak pernah melihatmu,
Hanya bunda banyak bercerita tentangmu,
Tentang indahnya dirimu untuk Bunda,
Entah berapa banyak tetesan air mata Bunda untukmu,
Entah berapa kali Bunda merasakan kerinduan padamu.
Kamu, peri kecil Bunda.
Ingin aku mencarimu, Mengatakan padamu “Bunda merindukanmu nak”
Tapi kita berbeda dan tak pernah sama.
Hanya bait-bait do’a untukmu dariku dan Bunda.
Mungkin dirimu melihat kami dasri surga,
Mungkin dirimu tersenyum saat aku dan Bundamu tertawa,
Mungkin juga dirimu bersedih saat Bundamu menahan sakitnya sendiri
Peri kecil Bunda,
Aku berjanji padamu,
Akan ku jaga Bundamu,
Agar tak pernah bersedih dan menangis lagi.
Agar tak ada gundah dihati Bundamu.
Peri kecil Bunda,
Aku memang tak mengenalmu,
Hanya cerita bunda yang memperkenalkanmu denganku.
Bunda bercerita kau laksana bintang,
Begitu indah dan tak pernah tersentuh oleh tangan siapapun.
Dan aku tak pantas disentuh oleh tangan kotor manusia.
Sekarang kau disurga,
melihat Bunda dari sana.
Bunda inginkan kau disana bersama Tuhan,
Dan menyaksikan Bunda disini denganku,
Kan ku jaga Bundamu,
tak akan kubiarkan Bundamu bersedih,
Tak ku biarkan Bundamu menangis.
Bunda inginkan kau disana tak merisaukannya,
Bunda inginkan kau tegar seperti Bundamu,
Laksana karang tetap tegar meski didera hempasan ombak setiap waktu.
Aku mohon agar ka uterus mendo’akan Bundamu,
Aku mohon agar ka uterus bersama do’a- do’a Bunda,
Dalam setiap sujudnya,
Dan dalam setiap mimpi-mimpi indahnya.
Peri kecil bunda,
Aku memang tak pernah mengenalmu,
Tapi aku juga menyayangimu,
Karna kau peri kecil Bunda,
Peri kecil yang selalu dibanggakan Bunda,
Peri kecil Bunda,
Izinkan aku mencintai Bundamu,
Izinkan aku lebih lama bersama Bundamu,
Jangan ambil dulu Bundamu dari ku.
Peri kecil Bunda, aku Juga menyayangimu…
Tak pernah melihatmu,
Hanya bunda banyak bercerita tentangmu,
Tentang indahnya dirimu untuk Bunda,
Entah berapa banyak tetesan air mata Bunda untukmu,
Entah berapa kali Bunda merasakan kerinduan padamu.
Kamu, peri kecil Bunda.
Ingin aku mencarimu, Mengatakan padamu “Bunda merindukanmu nak”
Tapi kita berbeda dan tak pernah sama.
Hanya bait-bait do’a untukmu dariku dan Bunda.
Mungkin dirimu melihat kami dasri surga,
Mungkin dirimu tersenyum saat aku dan Bundamu tertawa,
Mungkin juga dirimu bersedih saat Bundamu menahan sakitnya sendiri
Peri kecil Bunda,
Aku berjanji padamu,
Akan ku jaga Bundamu,
Agar tak pernah bersedih dan menangis lagi.
Agar tak ada gundah dihati Bundamu.
Peri kecil Bunda,
Aku memang tak mengenalmu,
Hanya cerita bunda yang memperkenalkanmu denganku.
Bunda bercerita kau laksana bintang,
Begitu indah dan tak pernah tersentuh oleh tangan siapapun.
Dan aku tak pantas disentuh oleh tangan kotor manusia.
Sekarang kau disurga,
melihat Bunda dari sana.
Bunda inginkan kau disana bersama Tuhan,
Dan menyaksikan Bunda disini denganku,
Kan ku jaga Bundamu,
tak akan kubiarkan Bundamu bersedih,
Tak ku biarkan Bundamu menangis.
Bunda inginkan kau disana tak merisaukannya,
Bunda inginkan kau tegar seperti Bundamu,
Laksana karang tetap tegar meski didera hempasan ombak setiap waktu.
Aku mohon agar ka uterus mendo’akan Bundamu,
Aku mohon agar ka uterus bersama do’a- do’a Bunda,
Dalam setiap sujudnya,
Dan dalam setiap mimpi-mimpi indahnya.
Peri kecil bunda,
Aku memang tak pernah mengenalmu,
Tapi aku juga menyayangimu,
Karna kau peri kecil Bunda,
Peri kecil yang selalu dibanggakan Bunda,
Peri kecil Bunda,
Izinkan aku mencintai Bundamu,
Izinkan aku lebih lama bersama Bundamu,
Jangan ambil dulu Bundamu dari ku.
Peri kecil Bunda, aku Juga menyayangimu…
Jumat, 09 September 2011
Nonton Fim Dibawah Lindungan Ka'Bah
Bagi penggemar film Hollywood, sebaiknya jangan nonton film klasik semacam ini. Tidak banyak happy ending dalam novel klasik Indonesia dan film ini memang tidak melakukan perombakan terhadap naskah cerita secara drastis. Perubahan yang dilakukan mungkin hanya sebatas kepentingan untuk penayangan di layar lebar, tetapi tetap mempertahankan alur cerita aslinya.
Di komunitas para penggemar buku, maka Novel HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) ini mempunyai nilai hampir empat dari lima. Setelah dinaikkan ke layar lebar, mungkin saja para penggemar buku ini akan melihat beberapa perbedaan di buku dan di novel. Ini sesuatu yang wajar terjadi jika sebuah film diangkat ke layar lebar.
rumah gadang Minangkabau
Imajinasi dari ribuan kepala pembaca akan dijadikan sebuah gambar yang harus mempunyai titik kesamaan dari ribuan kepala itu, tentu sebuah hal yang mustahil bisa dilakukan. Ini memang sebuah tantangan bagi seorang sutradara. Ada yang berani menerima tantangan itu ada juga yang memilih menjadi sutradara dari naskah non novel.
Cameraman film ini dan tentu saja editornya begitu apik menggarap setting film yang bernuansa Sumatra Barat. Terasa sangat megah dan teduh suasana yang terbangun. Adegan perahu dari sabut kelapa terasa sangat natural dan seperti tidak mungkin terjadi lagi di abad ini.
pesta obor dalam film Di Bawah Lindungan Ka'bah
Adegan malam juga selalu ditampilkan dengan sangat apik, melalui sinar obor dan pencahayaan yang pas di semua adegan. Penonton seolah-olah memang dibawa ke dunia masa lalu melalui semua adegan yang ditampilkan di film ini.
Akting prima dari Laudya Chintya Bella juga membuat kita melupakan pose “berani” dari artis ini. Bella tampil apik dan terlihat sangat bersahaja di gelimang kekayaan yang mewarnai kehidupannya sebagai seorang anak hartawan. Dengan fasih Bella naik sepeda onthel, bermain air hujan dan berlarian di pasar, benar-benar seperti melihat Bella yang lain.
HAMKA juga menunjukkan betapa kuatnya adat Sumatra Barat terhadap hukum Islam dan itu sudah terpatri dalam setiap insan yang hidup di jaman itu. Pacaran model tahun itu bener-bener tidak masuk akal kalau dilakukan di jaman sekarang. Pacaran kok tidak bisa saling melihat dan hanya bisa mendengar suara dari pacarnya saja, tentu tidak asyik kalau dilakukan jaman sekarang.
Untuk adegan pacaran di balik dinding ini, terlihat di mataku editingnya kurang mulus. Seolah-olah sepasang kekasih ini diambil gambarnya secara sendiri-sendiri dan kemudian digabungkan. Aku tidak tahu bagaimana cara pengambilan gambar di adegan ini, tapi kalau di peragakan di panggung teater, pasti adegan ini akan sangat menawan.
Cerita novel Di Bawah Lindungan Ka’bah sendiri sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah ditebak arahnya. HAMKA menekankan pada kekuatan dialog dari masing-masing tokoh yang tidak pernah takut pada siapapun dan tidak pernah takut sendirian, karena mereka punya Tuhan, Allah swt.
Semua kejadian yang ada berawal dari niat yang tulus, usaha yang tak kenal menyerah dan pertolongan Tuhan. Niat yang begitu kuat dari ibu Hamid terhadap anaknya terjadi juga meskipun mungkin penonton menginginkan niat Ibu Hamid jangan sampai terjadi.
Semua keinginan dari masing-masing tokoh terjadi sesuai niatan mereka. Film ini akan lebih terasa maknanya kalau kita bisa membayangkan kehidupan Hamid dan Zainab di tahun mereka hidup. Bila dipandang dari kaca mata sekarang, maka banyak sekali adegan yang tidak masuk akal.
pasangan Hamid dan Zainab
Bagaimana mungkin menolong orang dengan saksi begitu banyak orang malah dianggap salah karena “ngowah-owahi” adat (tidak sesuai dengan hukum adat setempat). Bahkan akhirnya sang penolong harus rela dihukum berat. Dibuang dari desanya !
Hamid, sang penolong, dengan ikhlas menerima semua hukuman yang diterimanya tanpa sedikitpun pernah mengeluh. Semua dijalani Hamid dengan keikhlasan yang terjiwai dengan baik oleh Herjunot Ali, sebagai aktor pemeran Hamid.
Ini film lebay bagi para penggemar film Hollywood yang suka dengan adegan Happy Ending ever after dan film menarik bagi mereka yang mengimpikan indahnya semangat Islam di Sumatra Barat.
Selamat menonton.
Dibawah_Lindungan_Kabah1 (poster)
Langganan:
Postingan (Atom)